Posts

[ cerpen] Laura

Ketimbang nonton TV Aku menjauhkan diri dari Ibu dan Kakak yang lagi asik nonton komedi. Malam ini Aku lagi kesepian. Emm... Maksudku, sama sekali enggak ada inspirasi yang menyangkut. Ayolah... Aku ingin   sesuatu yang bisa aku lakukan. Seperti menulis. Itu yang Aku inginkan. Ah, Aku lupa menyadari bahwa sebetulnya Aku sedang jatuh cinta. Mugkin ini bisa jadi bahan menulis. Terimakasih atas rasa cinta sehingga Aku bisa berbuat sesuatu.  Aku jatuh cinta pada perempuan (tentunya). Aku terpikat pada teman masa kecilku yang lama hilang (bukanya selama ini aku yang pergi?) dan baru bertemu beberapa kali. Namun, sudah banyak perbincangan yang membuat kami saling menyindir. Tapi bisa saja tahap ini aku langsung memudarkan perasaan jika ada hal yang membuat perasaan mengganjal. Kejutan yang tiba-tiba muncul setelah Aku baru menyadari. Oh ternyata? Kalo sudah begini, Aku akan mengambil lagi perasaanku. Aku pria macam begitu. Lalu akhirnya kusimpan nanti lagi untuk perempua...

Materi Kepergianmu.

Seiring kepergianmu Aku sendiri. Menapaki kisah sendiri tanpamu. Berjalan ke tepi lautan menikmati deburan dan buih hanya kedua kakiku. Duduk   dengan secangkir cappucino tanpa coklat   hangat pesananmu.  Seiring kepergianmu Aku bukan lagi seorang pencerita. Kou tahu, semua adalah kisah tentang kou. Aku bercerita tentang kamu. Tokoh itu kau. Atau, kita; aku dan kau bermain dalam cerita kita. Seiring kepergianmu Aku hanya memiliki satu warna, putih. Aku putih dan kau dulu, hitam. Kau juga merah. Kadang kau berubah jadi biru. Bahkan kau bisa dikatakan hijau ,warna kesukaanku. Kau seperti krayon. Mewarnai perjalananku. Setiap ceritaku. Seiring kepergianmu Aku berguguran. Layaknya tumbuhan aku mulai layu. Rantingku tak sekokoh saat senyuman kau selalu menghujani. Dahan dan batangku goyah .Dan tiba daunku mulai berguguran.  Seiring kepergianmu Aku berbisik untukmu. Kau benar dan aku tak tahu harus   bagaimana. Kau selayaknya mendapatk...

Tresno Joyo

Image
taraaaaaa.... Sekarang saya jualan angkringan. Dari bekas karyawan jadi pedagang. Bahasa keren nya sih Wirausahawan. Banyak temen-temen yang mampir dan mengajukan pertanyaan terheran-heran. Kok bisa sih, jualan kaya gini, gimana ceritanya? Hampir-hampir saya selalu menjawab pertanyaan yang sama. Sebelum Saya jawab, juga, sesudah Saya suruh mereka menyesap wedang jahe atau bajigur, mereka harus kasih pendapat. Bagaimana rasanya? Kurang apa kira-kira? Hm... enak enggak? Jadi, Saya yang lebih banyak bertanya   Haha... jawabnya dari beberapa temen yang Saya simpulkan menjurus ke kepuasan Saya. Selebihnya menurutku hanya soal selera. Tetapi, tetap saja, Saya mesti memperbaiki racikan agar semua kalangan suka. Konsepnya agar semua kalangan suka. Oiya lupa. Saya akan jawab pertanyaan temen-temen yang sebagaian sudah dengar, tapi saya akan ceritakan lagi. Begini, saya belajar membuatnya ketika sedang bekerja sebagai penyiar radio di kota orang. Saya lalu mencari tempat t...

Diksi.

Image
Sedikit-sedikit gue tahu pemilihan kata. para editor atau penulis ulung mengatakan itu adalah perihal diksi; sebuah bagian dari perkumpulan huruf, lalu membentuk sebuah kata. oleh karena itu ada banyak kata-kata, sehingga banyak juga persamaan kata. dan seyogyanya pilihlah diksi yang baik dan pas tentunya. Ujug-ujug gue patah hati karenanya. ya, mungkin hati terbuat dari lempengan kayu, sehingga orang kebanyakan menyebutnya patah hati. lucu ya? padahal gagasan utama gue sedang patah hati. lalu karena siapa? pasti akan muncul kalimat pertanyaan seperti itu. tapi bukan itu pertanyaan yang tepat. sebab bukan karena siapa. seandainya seseorang mengatakan tentang hal yang membuat gue begini, itu pertanyaan yang tepat. Terus terang sebagaimana manusia kehilangan seseorang yang dianggap berarti dalam hidupnya-- itu menyakitkan. kecewa, sedih, putus asa, bercampur menjadi satu; barangkali itu yang dinamakan patah hati. gue merasakan begitu. Kan gue udah bilang bukan siapa yang ...

happy new year 2017

Image
selamat tahun baru, yeay....*niup terompet* Tahun besok menginjak 2017 dan saya mau-enggak-mau merelakan tahun 2016. cepet banget ya?perasaan yang dulu-dulu, tau-tau sudah begini. hem-hem. tapi ya udahlah... sekarang gimana soal rencana di tahun 2017, anyway, saya berterimakasih atas keberuntungan dan kebaikan Alam ( dalam hal ini kepada Allah swt, bersyukur banget) di tahun 2016. iya dong. saya ngerasa beruntung sekali akan segala nikmat dan karunia-Nya di tahun ini yang penuh... tantangan dan, ya, lagi soal pembelajaran kehidupan. pokoknya sarat akan makna deh. so, ngomongin planning 2017, ya,ya bahasa kerenya resolusi. yuk! eghem, saya pernah menuliskan di catatan pribadi tentang keinginan atau mimpi saya waktu sekolah. tanpa terfikir saya punya mimpi begini, saya harus 'kaya' di usia 21 tahun. menurutmu, wajar enggak sih? tapi serius lho! duduk dibangku SMP kalo enggak salah, mimpi itu tiba-tiba muncul aja. aneh enggak sih? mungkin ada yang mempeng...

#catatan wush.

Karna kamu bukan perempuan sembarangan maka saya memperlakukanmu dengan penuh hati-hati. banyak alasan mengapa saya musti begitu. tetapi, saya tidak tahu mengatakanya. aneh ya? tapi, suatu waktu akan terjawab. entah kabar duka, bahagia, atau mungkin sebagai angin memori saja. salam rindu, #catatan wush.

senioritas

Image
  Entah mengapa ya, sulit memilih nulis dibandingkan minum dan makan es doger. berat... sekali. es doger enggak cuma bentuk minuman es, tetapi disediakan sendok untuk menyendok-- atau kejadianya seperti gue-- sendoknya gue nusruk-nusruk es karena terlalu lama masuk frezzer . isinya yang menggiurkan macam alpukat, ketam hitam, tape, ada potongan roti, perpaduan manis antara susu dan sirup. gimana coba? bisa ngalahin mereka? haha... Padahal gue sudah asik ditemani musik yang klasik romance. siapapun yang mendengarkan pasti hatinya meleleh. keadaan yang baik untuk menulis. ini akan jadi pertarungan sengit! antara unek-unek dan apa ya, untuk menyebutkan pasukan es doger, ah, si penggiur saja. ya, pertarungan unek-unek dengan si penggiur. etapi, berkat kawan-kawan tadi gue jadi ngalahin mereka; pasukan es doger. iyalah gue berada di pihak unek-unek. dan melanjutkan nulisnya dengan tema yang gue pungut dari sampah studio radio. apa yang terjadi sih, lutfi? gu...